Tuesday, February 9, 2016

Mengapa Saya Tidak Bisa Mengendalikan Diri ??


By : Baso Saiful {alumni The7Awareness Training EEES - Ang. 1}

Kita diciptakan ke dunia ini hanya untuk Allah, dan kita kembali hanya untuk-Mu Ya Allah.

Tapi terkadang kami lupa akan itu, kami lupa akan nikmat yang engkau beri kepada kami. 

Seperti organ tubuh yang lengkap, jiwa yang sehat, akal dan diberi fasilitas yang bisa kami manfaatkan selama kami hidup di dunia ini.

Seperti tumbuh-tumbuhan, hewan, matahari, udara, tanah, api dan masih banyak lagi. 

Ya Allah berilah kami rahmat dan hidayah-Mu agar kami menyadari akan hal itu, agar kami kembali ke jalan-Mu. Aamiiin..

Saturday, February 6, 2016

Jalan...

By : Kak Linda


Duhai...Allah, Engkau tempat aku memohon dan mengharap. 
Berharap akan sebuah cita-cita dan IMPIAN BESAARR... yang nantinya akan terwujud di masa depan. 

Kutahu tugasku adalah berencana, menyusun impian dan berusaha. Bagaimana cara dan jalannya, biarlah itu menjadi bagian dari Rahmat-Mu kepadaku.

Jalan..., adalah sebuah proses dimana Engkau akan menempa dan menunjukkan kepadaku tentang cara dan bagaimana aku bisa berproses untuk mewujudkan impian-impian itu. 

Seriuuss..., ataupun tidak, itu Engkau serahkan sepenuhnya kepadaku. 

Ketika aku berusaha, maka Engkau akan menunjukkan cara dan membuka jalannya. Tidak dengan berpangku tangan dan diam. 

Bagaimana mungkin hal yang nyata itu dapat terengkuh bila tidak melalui ikhtiar..??. Berusahalah dan berpikirlah, itulah selalu yang Engkau pesankan.

Terwujud atau tidak dan kapan waktunya. aku tak perlu tahu. Karena segala sesuatunya telah Engkau rangkai dan tetapkan sesuai dengan masa yang telah Engkau kehendaki.

Duhai...Allah, sungguh Engkau tak pernah meninggalkan hamba-hamba-Mu. Hamba yang berharap kepada-Mu ataupun yang melupakan-Mu. Bagimu Rahmat-Mu tak berbatas, tak berujung..

Walau tak sekalipun makhluk-Mu mengucapkan "terimakasih, bagi-Mu tak ada bedanya. Semua Engkau beri kesempatan, semua Engkau beri kehidupan, tak pandang apa bentuk dan rupanya.

Duhai...Allah, semoga impian yang telah Engkau beri dan kuatkan dalam ingatan dan hatiku adalah sebuah Impian Besaarr...untuk kebaikan dan kemaslahatan bagi kehidupanku, kehidupan orang-orang di sekelilingku dan kehidupan bagi makhluk-Mu yang lain.

Tugasku adalah menetapkan hatiku untuk meraih impian dan berusaha. Dan tugas-Mu adalah memberikan perwujudan impian itu kepadaku pada waktu yang telah Engkau tetapkan.

Subhanallah.., Maha Benar Engkau Ya Allah, dengan segala yang telah Engkau Tuliskan.

@Linda - tadabbur hatiku dalam perjalanan meraih impian pagi ini.

Thursday, February 4, 2016

:: Bagaimana Saya Bisa Lebih Ikhlas Bekerja ::



By : Baso Firman (alumni The7Awareness Training EEES - Angk. 1)


Rumput-rumput liar di sawah...
Engkau tak bernilai, bahkan kepada setiap orang yang melihatmu.

Sawah yang engkau tempati adalah satu-satunya yang menerimamu, itu pun kalau tidak digarap oleh pak Tani.

Ketika hujan turun, engkau hadir paling cepat, engkau tumbuh dengan cepat tanpa harus menunggu dipupuk. 

Namun, ketika Tuan Penggarap hendak bercocok tanam, engkau disingkirkan, engkau digilas dengan traktor, diracuni dengan pestisida.


Rumput-rumput liar di sawah, tubuh kecilmu terkulai hancur, sehingga sawah tersebut jadi bening dan bersih tanpamu, yah hidupmu tak diinginkan. kawan !

Demi sang Padi yang akan ditanam, engkau legowo, ikhlas, engkaupun mengorbankan tempatmu, hidupmu dan segenap apa yang kau punyai.

Rumput liar di sawah, tapi engkau tak pernah menyerah, selang beberapa minggu setelah diracun, engkau berusaha bangkit dengan tunas-tunas mu, mulai muncul di sela-sela sang Padi yang mulai perkasa. 

Tapi sekali lagi engkau belum beruntung, engkap dianggap penggangu, sehingga siraman-siraman racun pestisida kembali harus kau telan dan menghanguskan tunas hijau mu yang imut dan lucu.


Iya... mungkin, mereka mengganggap engkau akan merebut makanan sang Padi...
Tak satupun yang positif memandangmu, tapi tahukah kamu teman, kematian jasadmu itulah yang membuat tanah subur. 

Jasadmu yang hancur / busuk sebenarnya telah menjadi pupuk organik bagi sawah,.. bagi sang Padi yang selalu mendominasi... tanpa mereka tahu...

Rumput-rumput liar di sawah, engkau memang tak pernah berhenti memberi, setelah sang padi menguning, ia kemudian dipanen dan mendapat tempat yang layak di sisi manusia.

Engkau mulai bangkit lagi, kali ini engkau dibiarkan dimakan oleh sapi-sapi dan ternak lain hingga engkau akan kembali digilas dan diracun sebelum musim tanam.

Tetapi engkau tidak pernah berhenti untuk memberi tanpa perduli berapa kali engkau akan hancur. Maha Suci Allah yang telah menciptakanmu dengan segala kesempurnaan-Nya.



@ Gendongan...

By : Kak Linda


"Hi... Teman.. bagaimana pagimu hari ini ? Jika engkau memiliki beban Gendongan yang membuat dadamu sesak dan beratt, maka lepaskanlah...

Biarkan udara segaarr pagi ini memenuhi rongga hati dan dadamu dan, biarkan ia berhembus keluar untuk membawa serta semua beban di hatimu itu teman.

Jangan biarkan Gendongan itu menjadi pupuk bagi lebatnya Ilalang yang akan tumbuh menghalau padimu. Tersenyumlah..., diamlah, heningkan hati dan jiwamu sejenak. 

Rasakan hembusan angin yang lembut yg menyapamu. Kicauan burung-burung kecil yang menghiburmu, rasakan.. dan biarkan kedamaian alam itu memenuhi rasa, memenuhi hati dan pikiranmu.

Lihatlah betapa alam begitu luas.., begitu syahdu... Ia menghamparkan dirinya untuk menampung segala beban dan kehidupan. 

Apakah... ia merasa beratt teman?? Oh.. tidak, ia bahkan tetap ceria, tetap damai dan menghibur hati-hati yang terluka, hati-hati yang rindu...



Meskipun ia terluka oleh tangan-tangan yang khilaf, namun ia tetap menerima, dan tak bergeming dari tugasnya. Tetap menghamparkan dirinya untuk kehidupan ini. 

Luka yang ia terima ia gunakan untuk memberikan hikmah dan pelajaran kepada makhluk untuk memahami makna hidup tentang pentingnya keseimbangan. 

Ketika hidup penuh dengan keseimbangan, maka semuanya akan tenang, akan damai. 

Begitupula dengan diri kita teman, seberapa banyak dan beratt gendongan itu, jika engkau mampu untuk menerimanya dengan ikhlas, maka terimalah dan bila tak mampu, maka lepaskanlah. 

Biarkan ia pergi dan mengalir untuk kemudian menjadi gambaran yang nyata bagimu akan pentingnya keseimbangan itu.

Jika ia datang kembali maka siapkan lagi hatimu untuk menerima atau melepaskannya. 

Semua bergantung kepada hatimu teman. Bila mampu, terimalah. Namun bila berat bagimu maka lepaskanlah. 

Mungkin di lain waktu hatimu akan lebih siap, lebih mampu untuk menerima dan memahami arti dari Gendongan itu. Allahu Akbar..

@Linda - tadabbur hatiku pagi ini menyikap arti dari Gendonganku. :-)

Bagaimana Saya Bisa Bermanfaat Di Perusahaan ini ?"...


By : Andi Armagan (alumni The7Awareness Training EEES - Angk. 1)


Kadang dari hati saya bertanya : Bagamana Saya Bisa Bermanfaat di Perusahaan ini ?

Ketika kubuka pintu dan keluar berbaur dengan alam, mataku tertuju di sebuah lubang yang sangat kecil, dimana saya melihat suatu kejadian yang luar biasa, 

kulihat sekumpulan semut-semut merah dengan penuh semangat dan penuh kegembiraan, menggotong sebuah beban yang tidak sebanding dengan tubuhnya.

Tanpa kuyakini hal tersebut bisa terjadi ! Ia mengangkat sebuah beban tersebut dengan cara bersama-sama, dengan penuh semangat serta riang gembira hanya demi kelangsungan hidup bersama.

Dari cerita di atas kupetik sebuah makna tentang pentingnya kebersamaan dan kegotong royongan.

~ Inspirasi Pohon Kelapa ~




By : Andi Cappe (alumni The7Awarenss Training EEES - Angk. 1)

Aku adalah pohon kelapa. Aku adalah Pohon yang bisa tumbuh dan berbuah kapan saja. Buahku pun tidak bergantung pada musim. 

Semua bagian tubuhku bisa berguna bagi orang banyak. Bahkan daunkupun bisa menjadi atap sebuah rumah. Batangku pun bisa menjadi kayu bakar dan membangun rumah.

Apalagi buahku dicari banyak orang karena bisa dimakan dan dibikin minyak. Airku bisa menyegarkan tubuh yang meminumnya dan bisa juga dijadikan sebagai obat. 

Bila aku melihat orang yang telah memetik buahku, aku merasa bahagia. Akupun merasa bahagia karena aku tahu buahku benar-benar sangat bermanfaat. 

Dan aku pun merasa bahagia karena aku juga bagian dari suatu kehidupan manusia. Aku hanya bisa bersyukur tanpa berbangga hati.

Wednesday, February 3, 2016

Ikhlas...

By : Kak Linda

Tahukah engkau makna dari keikhlasan itu?.. Kata yang ringan untuk diungkapkan namun butuh perjuangan dan pengorbanan untuk sekedar bisa mewujudkannya. 

Ringan di lidah namun akan sangat dalam makna dan dampaknya terhadap dirimu dan orang lain yang berada di sekelilingmu.

Ikhlas... ia bagaikan air yang mengalir tanpa lelah, tanpa pamrih, sekali, dua kali ataupun beribu-ribu kali namun ia tetap tak kunjung berkata bahwa ia Ikhlas.

Ketika keikhlasan hadir, siapapun yang berada di sekelilingnya merasa terlindungi, merasa damai dan nyaman. 

Takkan ada rasa berat, rasa enggan dan ataupun rasa untuk menutupi raut-raut wajah yang suram. Semua akan tampak seperti apa adanya, tanpa bingkai dan tirai..

Ikhlas..., ia hadir di hati orang-orang yang tak jera dengan pujian, tak jera dengan celaan dan tak jera dengan tirani yang mengungkung. 

Ia disematkan ke dalam hati orang-orang yang taat, amanah dan cinta akan indahnya hidup yang penuh dengan kasih sayang dan persaudaraan.

Orang-orang yang senantiasa berupaya membawa dirinya, hatinya ke dalam aliran air yang tak terputus. Aliran air yang penuh dengan kesejukan dan kehidupan. 

Ikhlas untuk menghidupi, ikhlas untuk berbagi..., ikhlas untuk menemukan arti dari sebuah perjalanan yang tak mudah untuk dilalui.

Ketika hatimu ikhlas.., maka seribu makna yang tersimpan akan terkuak, bak mutiara terpendam yang akan memperlihatkan pesona keindahannya untukmu. 

Pesona yang akan membuat dirimu bak intan berlian yang berkilau yang akan membuat mata dan hati yang memandangmu takkan mampu mengungkapkan kata-kata dan berbicara.

Ikhlas..., engkaulah mutiara hati yang terpendam, mutiara hati yang tersembunyi di balik tirai kesunyian, keheningan dan kedamaian. 

Takkan mudah untuk ditemukan, namun ia ada dalam setiap perenungan, setiap perjalanan dan perjuangan untuk menemukan makna hidup yang sesungguhnya.
IKHLAS...

@Linda - tadabbur hatiku dalam perjalanan ke kantor pagi ini.

Tuesday, February 2, 2016

:: Impian Manusia ::

By : Kak Linda


Setiap insan lahir dengan kodrat dan nasibnya masing-masing. Allah Sang Maha Pengatur telah mengatur semuanya dengan seksama. Masing-masing insan diberi kebebasan untuk memilih impian mereka masing-masing.

Di sinilah setiap insan memulai kehidupannya masing-masing. Ada yang ingin sesuatu yang biasa-biasa saja, ada yang sederhana dan adapula yang menggantungkan cita-citanya setinggi bintang di langit. 

Perjalanan dimulai saudaraku. Ada diantaramu yang memulainya dengan satu keyakinan yang kuat dengan cara yang anggun dan mengesankan. Namun ada juga yang tak sabar dan bahkan tergesa. Semua diberi kebebasan, tak ada ikatan.

Namun ingat teman, semua impian ada batasannya. hanya jika engkau mengimpikan sesuatu yang abadi, maka yang abadi itu adalah kekekalan. 

Apakah engkau tahu impian yang kekal itu??
DIA lah impian yang tidak semua insan mampu meraihnya teman. Hanya kekuatan dan keyakinan yang teguh yang tak lekang oleh derasnya hantaman ombak kehidupan dan riuhnya keindahan dan kemewahan dunia. 

Hanya dengan bekal keyakinan dan CINTA..
CINTA yang tak terbatas.., cinta yang tak berujung, cinta yang tak bertepi,...dimana engkau selalu menantinya di setiap helaan nafas dalam diri dan bathinmu. 

CINTA yang teramat agung yang hanya dapat dirasakan oleh hati-hati yang ridha, hati yang penuh dengan rona keindahan dan keimanan. 
Inginkah engkau menjadi kekasih-Nya??
Tersenyum dan bersyukurlah jika engkau telah merasakan satu titik Cinta itu dalam hatimu.

DIA yang memberi, Dia juga yang akan membawamu melangkah menuju jalan yang akan mempertemukan engkau kelak dengan diri-Nya yang sejati. 

Tersenyumlah... karena senyummu akan membuat setiap insan dan makhluk iri. Karena Cinta-Nya tak sebanding dengan megahnya tirai kehidupan yang fana... ini. 
Dia laksana CINTA yang akan memenuhi seluruh ruang dan waktu yang takkan pernah hilang ditelan waktu.

Saudaraku.., demikianlah impian yang abadi itu., maka impian manakah yang akan engkau pilih ?? 

Semua terserah kepadamu karena Dia tak pernah memaksa.., Dia tak pernah meminta..
:-) tersenyumlah.. jika engkau telah mampu menyadari dan memahami hakikat impian yang tertinggi itu. Mari Saudaraku, mari berjuang meraih impian itu. Maka kehidupanmu takkan sia-sia.

@Linda - tadabbur hatiku dalam heningku pagi ini di kantor.

~ Burung-Burung Kecil ~


By : Hafid Surya Howeng (alumni The 7 Awareness Training EEES - Angk. 1)

Saya melihat burung-burung beterbangan di langit.
Mereka terbang bebas, kadang terbang tinggi, kadang rendah, bahkan kadang singgah sejenak di pepohonan ataupun di atap rumah.

Ada seekor burung yang terbang hilir mudik dengan membawa rumput kering di paruhnya. Kalau dilihat sepintas, burung tersebut terbang dengan seutas tali di mulutnya.

Setelah saya amati, burung tersebut singgah di pohon dan menyimpan rumput kering tersebut di ranting pohon. 

Entah berapakali dia bolak-balik membawa rumput kering, hingga sedikit demi sedikit terbentuk sebuah sarang untuk persiapan bagi anak-anaknya yang akan menetas nantinya.


Hikmah yang bisa dipetik yaitu, hewan kecilpun yang tidak mempunyai akan seperti kita, mereka juga menyiapkan dan punya perencanaan dalam kehidupan mereka. 

Kerja keras juga mereka lakukan dengan membawa satu per satu rumput kering untuk membangun sarang untuk keluarganya kelak.

:: Kesadaran Hati ::


By : Rudy Kallo (alumni The   Awareness Training EEES - Angk. 1)

Apakah aku masih mampu menghadapi dunia ini dengan banyaknya kehidupan dan godaan ?

Apakah aku mampu menghadapi semua tantangan ini ?
Apakah semua kejelekan dan dosa-dosa yang aku kerjakan ada ampunan ?"

Yang kurasakan selama ini, sepertinya hidupku penuh dengan tantangan.

Apakah tantangan itu sama halnya dengan cobaan bagiku ?

Apakah ini karena aku berdosa pada kedua orang tuaku yang semuanya telah kembali. Sedangkan aku sadar dan sadar belum sempat aku membahagiakannya.

Apakah setiap cobaan pada diriku, itu teguran dari Allah ?
Ya Allah jadikanlah aku seperti meja ini, asbak rokok, dan bahkan kaki pun biasa naik, namun meja ini tetap diam dan menerimanya.


~ Memohon Ampunan-Mu ~


By : Baharuddin S. {alumni The  Awareness Training EEES - Angk. 1}

Bukan kepalsuan yang ku mau
Bukan kesemuan yang ku butuhkan
Hanya sebuah tempat
Yang bisa terima hinanya aku

Ku temukan itu di sisi-Mu

Terlihat dalam Agung Nama-Mu
Tempat terindah yang hanya milik-Mu
Tempat terindah yang hanya di sisi-Mu

Tempat yang bisa terima kotornya aku
Yang beri bahagia dalam ketenangan
Sungguh kepalsuan tiada padaNya
Kesemuan pun mustahil ada padaNya

Ya Allah Yang Maha Agung
Engkau Zat Yang Maha Suci
Memohon selalu ampunan-Mu
Berharap diterima di tempat yang hanya milik-Mu.


Sunday, January 31, 2016

= Waktu =

By : Kak Linda


Waktu.., engkau selalu menemani kami di setiap helaan nafas,.engkau tak pernah berbicara,.. namun engkau selalu membuktikan keberadaanmu. Di masa yang lalu, di masa lampau, masa kini dan masa yang akan datang, engkau tetap ada.

Waktu.., andai engkau mampu berbicara.. entah berapa banyak nasehat yang akan engkau berikan, untuk sekedar mengingatkan jiwa-jiwa yang terlupa, jiwa-jiwa yang terlena..

Waktu.., engkau laksana pedang yang tak pernah mampu dikalahkan oleh keegoisan, kekuatan dan ketamakan. Hanya kesabaran yang mampu berjalan berdampingan denganmu. 

Akankah, di suatu waktu nanti dirimu akan berhenti untuk sekedar berbicara bahwa kita telah ada dan sampai pada batas tujuan yang telah ditentukan oleh-Nya?" Bahwa tugasmu telah selesai.., bahwa engkau tak pernah berbicara, namun engkau membawa semua rekaman masa yang tak pernah dapat dihapuskan oleh siapapun makhluk dengan pengetahuan tertinggi di muka bumi ini.

Waktu.., sungguh engkau nyata dan pasti., namun engkau tak pernah terlihat. Engkau hadir dalam setiap helaan nafas, diinginkan ataupun tidak diinginkan.

Waktu.., akankah engkau bersaksi, bahwa semua yang telah engkau alami, yang telah engkau habiskan dalam masa perjalananmu telah engkau sematkan dalam catatan tinta yang tidak akan terhapus?"

Waktu.., sungguh engkau pemegang amanah yang tangguh dan tak pernah ingkar dari jalanmu. Jalan yang sudah diamanatkan oleh Sang Pemberi amanah tertinggi. 

Allahu Akbar, Walillahilham. Subhanallah, Maha Benar Engkau Ya Allah dengan segala yang Engkau perjanjikan.

@Linda - tadabbur hatiku dalam bus menuju ke kantor pagi ini.

* Belajar Dari Matahari *

By : Amiruddin (alumni Training The7Awareness EEES - Ang. 1)

Maha kuasa Allah yang menciptakan Langit dan Bumi beserta isinya, menciptakan manusia dan hewan maupun tumbuh-tumbuhan.

Mungkin di dalam kehidupan sehari-hari aku tidak pernah sadar Allah menciptakan Matahari yang tidak pernah lelah menyinari bumi. 

Sebuah nikmat dan karunia yang sering kita nikmati tanpa sadar siapa sebenarnya Penciptanya.


:: Nilai Seekor Nyamuk ::

By : Nuraini (alumni Training The7Awareness EEES - Angk. 1)

Seekor nyamuk yang mungkin dianggap tidak ada manfaatnya berada di sekeliling kita.

Sambil memperhatikan dan berpikir sebenarnya manfaat/guna dari nyamuk ini. Setelah menganalisa dan mengulas pikiranku, dibalik persepsi bahwa nyamuk tidak bisa bermanfaat, ternyata nyamuk bisa menjadi makanan bagi lalat ataupun serangga yang lain. 

Begitupun serangga bisa bermanfaat bagi makhluk lainnya.

Kita hidup dan diciptakan di dunia ini masing-masing dengan fungsinya dan tentunya saling membutuhkan. 

Begitupula kita sebagai manusia tidak boleh sombong dengan apa yang kita miliki, dengan kemampuan kita, karena kita semua memiliki kekurangan dan kelebihan. 

Justru itulah yang membuat kehidupan ini jadi lengkap.




~ Curahan Hati Kepada Sang Pencipta ~













By : Hawasiah (alumni The7Awareness Training - Angk. 1)

Ya Allah, Ya Mushawwir Yang Maha Melukiskan
Engkau lukis keinginan-Mu melalui pemandangan indah
Engkau lukis gunung-Mu dengan megah
Engkau lukis sawah-Mu dengan begitu kreatif

Lukisan-Mu tak ada yang bisa menandingi
Lukisan-Mu yang tergores dalam alam semesta
Tak ada yang bisa menyamai betapa Engkau menunjukkan bahwa Engka ada

Melalui lukisan-lukisan alam semesta-Mu.
Wahai Yang Maha Kuasa, berikan aku kekuatan untuk mewujudkan dan mampu mencapai cita-cita
yang ada dalam pikiranku sehingga menjadi kenyataan.